cerita dewasa

Aku Entotin Cewek Cheerleders di Kelas

Edisi kali ini akan menceritakan kembali kejadian cerita dewasayang panas yang terjadi pada salah satu anak ABG yang masih duduk Di bangku SMU,karena seringnya melakukan kebiasaan yang sering membuat nafsu birahinya muncul,akhirnya pemuda ini tidak kuat juga. Pelampiasan sexnya akhirnya di luapkan dengan temannya,Tempatnya dia memilih tempat yang tergolong rawan,yaitu gedung sekolah tempat dia belajar.Untuk lebih jelasnya silhkan membaca paragraf demi paragraf cerita seks Di kali ini.Sebut saja Namaku Rian, atau biasa panggilan Ian. Cerita Dewasa ini sudah usang tepatnya setahun lalu, waktu aku masih kelas 2 SMU (sekarang kelas 3). Awalnya memang tak diduga aku yang biasanya bisa meredam rasa ML yang memuncak,dengan melihat filmfilm bokep.Tapi untuk saat ini sulit karena aku biasnya melihat kakak ku yang sedang pakai handuk dari kamarnya menuju kamar mandi.Dalam soal sex, aku mengenal diri sendiri sebagai orang yang nafsu besar dan suka nekat demi kepuasan sex saya sendiri.Memegang Penis beberapa kali membuatku tidak takut kemanakemana batangnya berdiri,bagiku sensasi luat biasa.

Aku sering mengintip cewekcewek sekolahku yang sexy sambil onani, nafsuin, dan sebagainya dari berbagai tempat sepulang sekolah. Misalnya, mengintip cewekcewek cheerleaders kalau sedang latihan dari jendela kelas di tingkat dua. Pernah juga nekat bersembunyi di dalam WC cewek (untungnya saja tempatnya bersih) dan mengintip pahapaha ataupun celana dalam cewekcewek dari kolong pintu yang sedang ganti baju olahraga, habis pipis, dan lainlain. Bahkan tidak hanya siswisiswi saja yang jadi korban pelampiasan sex, guruguru wanita yang nafsuin, cantik, sexy dan sebagainya juga pernah.

Seperti telah dibilang tadi, waktu saya kelas 2, di kelas ada seorang cewek cantik, namanya Mulan. Tapi tidak seperti biasanya, nafsu tidak bergejolak, hanya biasabiasa saja. Malah, yang ada aku justru jatuh cinta sama dia. Dan kayaknya sih dia juga. Tidak hanya itu, anakanak juga sering meledek ataupun mencomblangkan aku sama dia.

Pada awalnya saat aku melihat tingkah laku dan ekspresi wajahnya, aku menilai dia sebagai cewek yang bukan nafsu besar. Mulan memang tidak sexy, badannya tidak berisiberisi banget. Pantatnya juga tidak bahenol. Dadanya juga mungkin kurang sedikit dari 34. Tapi kulit putihnya, pahanya yang sering kelihatan dan leher seragamnya yang suka kendor membuat nafsuku jadi lamalama bergejolak. Model rambutnya sangat kusuka. Ikal, belah tengah agak ke pinggir, dan berwarna hitam kebiruan/blue black. Tapi, pikiranku tertutup oleh JaIm (jaga image) di depan dia, dan berpikir nanti saja kalau sudah jadian saja baru bisa ngapangapain.

Suatu hari, aku menjalankan niat nekatku seperti biasa. Pertama aku bersembunyi di WC kamar mandi cewek. Aku tahu pada hari itu cewekcewek cheer mau gladi resik, jadi sekalian memakai seragam lomba yang tentunya sedikit terbuka (sudah gitu ditambah pula cewekceweknya sexysexy lagi). Yang kulihat waktu itu adalah beragam model celana dalam yang beberapa menyelip di belahan pantat, mulai dari yang putih polos, polkadot, biru, dan lainlain.

Barang yang di bawah segera berdiri tegak, dan aku mencoba membuka retsleting perlahan. Setelah beberapa saat aku mulai onani, tibatiba ada cewek yang masuk ke WC, lalu ngobrol ngobrol sama cewekcewek cheers itu. Dan ketika kulihat sepatunya, ternyata Mulan. Dia lalu sedikit membetulkan rok abuabunya, kemudian mengangkat kedua kakinya bergantian ke tembok untuk membetulkan tali sepatu. Saat itu kulihat jelas paha mulusnya yang putih bersih. Betapa kencangnya barangku waktu itu. Tapi sebelum aku bisa mengeluarkan spermaku, cewekcewek sudah pergi semua. Akhirnya aku mengambil tempat lainnya itu dari kelas. Aku mengintip dan melanjutkan onani sambil duduk di kursi dekat jendela. Fuuhhh.., cheers itu sexysexy sekali.

Tidak lama, tibatiba ada seseorang yang lewat di depan kelasku yang sepertinya adalah cewek. Tibatiba lagi, belum sempat aku membetulkan celana, cewek tersebut masuk kelasku. Ternyata si Mulan..! Kagetku tidak dapat dideskripsikan dengan katakata ataupun tulisan dengan bahasa apapun. Maluku juga bernasib sama. Cat merah pun mungkin masih kalah merah dibanding wajahku.

Mulan lalu setengah berteriak, Yaampuuunnn.., si Iaaaan.. ngapain kamuuu..? (Mulan kalau ngomong denganku pakai akukamu).

Mulan melihatku dengan setengah senyum malumalu. Bibirnya yang tersenyum dia tutupi dengan kedua telapak tangannya seperti orang menyembah.

Dengan terbatabata aku berbicara, Eehh.., Lan.., ini

Dia langsung memotong omongan gagapku itu, kembali dengan ekspresi senyuman, Hahaa.., dasar..! Sini dong bantuin nyariin buku LKSLKS yang ketinggalan

Sejenak aku justru bingung. Mulan yang sudah melihatku setengah bugil bawah kok biasabiasa saja, dan malah minta tolong mencarikan buku lagi..? Pikirku, ya sudahlah.., semoga saja dia tidak ember (ceritacerita sama orang lain). Dengan purapura tidak ada apaapa, aku langsung menghampirinya dan membuka serta mencaricari di lemari kelas. Mulan berdiri di dekatku sambil membungkuk. Waktu aku sedang mencaricari buku, aku menyadari kalau Mulan memperhatikan aku.

Saat kulihati dia, dan kutanya, Kenapa, Lan..?, dia hanya menjawab, Ehem.., Ooh.., enggaaak dengan nada manja.

Lalu sekilas kulihat leher seragamnya agak turun, sehingga buah dadanya yang terbalut bra terlihat. Memang sih tidak besar dan tidak kecil, tapi dapat membuat nafsuku bangkit. Lalu kuteruskan lagi mencari bukubukunya. Tahutahu, Mulan mendekatkan wajahnya ke pipi kananku, dan menciumnya lembut. Akibatnya, bulu kudukku jadi merinding. Apalagi ditambah ciuman Mulan merambat sampai ke daerah kuping.

Aku setengah berbisik, Lan.., dia malah meneruskan ciumannya ke bibirku.

Tanpa pikir panjang, kuterima dan kubalas ciumannya. Tidak mau kalah. Mulan lalu melingkari kedua tangannya di leherku. Aku pun memeluk badan pinggangnya sambil sekalisekali kuelus pantatnya. Mulan memulai ciuman lidahnya. Kubalas lagi, kutabraktabrakkan lidahnya di dalam mulutku itu dengan lidahku. Ternyata diamdiam Mulan nafsuan juga. Aku mencoba menyelipkan salah satu tanganku ke balik kemeja seragamnya yang sudah keluar. Punggungnya benarbenar enak dielus.

Ciumanku sudah lumayan lama. Mulan nampak menikmati mengulumngulum lidahku. Kemudian, Mulan membuka kemejanya sendiri dan kemejaku juga. Untung saja waktu itu aku kebetulan tidak memakai kaos dalam, jadi tidak terlalu repotrepot. Mulan lalu mencopot branya, modelnya yang tidak memakai tali. Saat sepintas kulihat, payudaranya nampak kencang dan sedikit membesar, mungkin ereksinya cewek. Apalagi saat kurabaraba, terasa sekali betapa kencangnya payudara Mulan. Putingnya berwarna coklat gelap.

Masih dalam posisi berdiri, kuturunkan kepalaku dan kuelus payudara indahnya itu dengan lidahku. Sekelilingnya kubasahi dan kujilati kembali. Mulan menikmati jilatan lidahku ke payudaranya. Ia meresponnya dengan, Aahhh.., uughhh.., dan dengan sedikit jambakan ke rambutku. Tidak berapa lama setelah menghisap pepaya bangkok, Mulan menuntunku untuk duduk di kursi, dan dia melucuti celana abuabu dan celana dalamku. Mulan ingin spongkyspongky (oral seks).

Sebelum mulai, Mulan sempat mengocokngocok sedikit sambil mendesah, Aghh.., ahh..,

Kini aku tahu bagaimana rasanya apa yang banyak orang bilang seperti terkena getaran atau sengatan listrik. Barangku langsung ereksi sekeraskerasnya. Mulan mulai pelanpelan memasukkan barangku ke mulutnya, agak malumalu.

Saat bibirnya mengenai ujung barangku itu, aku langsung refleks mendongak ke atas, kedua tanganku mencengkeram pinggir meja dan kursi dengan keras. Namun, setelah beberapa lama Mulan naik turun menghisapi barangku, sudah mulai biasa. Ternyata nikmat sekali. Mulan juga sekalisekali menjilati sekeliling barangku, dan kemudian lanjut menghisap. Saat itu mungkin itulah ereksi terbesar dan terkerasku selama ini, dan juga mungkin terpanjang.

Mulan memegang pangkal batang kejantananku dengan keras. Mulan yang kadang mengelus bulu testisku dan menjilatinya membuatku sangat geli namun bukan geli untuk tertawa, melainkan geli nikmat. Selama kegiatan sex itu, aku dan Mulan tidak mengeluarkan dialog apaapa kecuali hanya mendesah, Aghg.. ehhh dan desahandesahan lainnya.

Tidak lama kemudian, Mulan tidak mendudukiku, tapi ia justru berjongkok dan mulai mengonanikan aku. Sejenak aku berpikir mungkin ia belum mau perawannya hilang. Tetap saja pada akhirnya aku tidak perduli. Aku menerima kocokannya yang ternyata lebih enak daripada kocokanku sendiri. Apalagi bila kocokan tangannya mengenai pangkal kepala penisku, wuiihhh.., mungkin seperti listrik ratusan volt. Mungkin karena nafsuku yang sangat besar, orgasmeku sedikit lagi tercapai.

Post Terkait