cerita dewasa

Minta Tolong Ibu Untuk Ngentotin

Sebagai seorang wanita yang cantik, Dina memiliki hampir segala yang diimpikan kaum wanita. Parasnya ayu, manies dan selalu enak dipandang. Bentuk hidung, mata, alis, bulu mata hingga ke garis pipi yang tertata indah bak bulu perindu diatas bintang timur diwaktu senja. Posturnya tubuhnya sangat ideal untuk seorang wanita. Kulitnya yang putih dan jenis rambutnya yang panjang hitam bergelombang menambah nilai keaggunannya. Kemolekan lekuk tubuhnya menyebabkan ia sering disebut wanita terseksi.

Dina, seorang wanita karir pada salah satu perusahaan swasta besar di Ibukota, termasuk wanita yang cerdas. Ditunjang pendidikan formalnya yang merupakan alumni Pasca Sarjana Komunikasi Universitas ternama.

Loyalitas terhadap perusahaan tidak diragukan lagi, sehingga menjadikan dirinya sebagai salah satu maskot pegawai diperusahaannya. Tak heran bila karirnya bagai rising star. belum sepuluh tahun bekerja, dia sudah menduduki jabatan penting, setingkat Department Head (Kepala Bagian). Dikenal dekat dengan bawahan. Suppel dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan jajaran pimpinan. Tipikal Dina selalu menjadi bahan pembicaraan dikalangan pegawai, gunjingan hingga tentu saja fitnah dari orangorang yang tidak menyukainya. Apalagi ketika terdengar kabar bahwa dia akan dipromosikan menjadi salah satu deputy kepala divisi.

ahpaling dengan keseksiannya kata mereka yang tidak suka.

Ibu mau kemana.? tanya Fitri, puteri bungsunya

Ibu mau berangkat ke kantor nak jawab Dina, sambil merapihkan pakaiannya

Kok masih gelap bu.bareng ayah gak bu? tanya Fitri lagi dengan bahasa anak yang agak cadel

Ayah khan belum pulang nak. Masih di Bandung jawab dina, tanpa memalingkan wajah dari cermin hiasnya

Jam masih menunjukkan pk. 04.25 pagi. Hari masih gelap. Anakanaknya masih terlelap, kecuali Fitri yang terbangun karena mendengar suara peralatan riasnya.

Aku tidak boleh terlambataku harus tiba sebelum Bos dan Klienku datang.. pikir Dina dalam hati

Bu, aku masih mau tidur. kata Fitri

Iyya nak.

Dina mencium kening anak puteri satusatunya itu. Dengan penuh kasih sayang dipeluknya erat sambil berkata pelan, Nanti sekolah sama si Mbok ya.sarapan disekolah juga gak apaapa kokIbu harus berangkat pagipagi

Ah, Ibukemarin sudah pegi pagikemarinnya lagi pagi, sekarang pagi lagi keluh Fitri, dengan menggelenggelengkan kepalanya

Fitri, Ibu bekerja juga untuk Fitri. Untuk sekolah Fitri dan Adit..untuk membelikan Fitri rumahrumahan dan masakmasakan jawab Dina pelan

Tapi Ibu selalu pulang malam. Fitri gak pernah tidur bareng Ibu. Makan sama si Mboksekolah juga sama si Mbok. keluh Fitri lagi sambil menggulingkan tubuhnya.

Fitri, Ibu mau berangkat..kamu berangkat sama si Mbok ya! seru Dina dengan sedikit keras dan wajah agak memerah.

Dina segera keluar kamar. Dia memang tidur bersama anak puterinya yang masih berusia tiga tahun. Ketika akan membuka pintu kamar, Dina menyempatkan diri melihat raut wajahnya dicermin.

Terlihat jelas rona merah diwajahnya. Warna kulitnya yang putih menambah kejelasan rona merahnya. Dina menghela nafas panjang, kemarahan sesaat telah merubah tutur bahasanya. Sudah merubah pula paras ayunya

HuhFitri selalu membuat aku marah.Fitri sering memperlambat jalanku ke kantor keluhnya sambil mengusap keringat didahinya.

Ah sudah pk. 04.45aku bisa terlambat

Dina mempercepat langkahnya. Sampai diteras rumah keraguan muncul dihatinya.Dia belum sempat bicara dengan Adit, anak sulungnya

Ah dia khan sudah tujuh tahun. Sudah lebih besar. Dia pasti ngerti lah

Presentasi mengenai pengembangan perusahaan, khususnya bidang komunikasi, kemitraan dan pemasaran yang dipaparkan Dina memdapatkan sambutan luar biasa dari Stake Holder (Pemegang Saham, Komisaris, Jajaran Direksi dan Mitra Kerja). Sambutan itu ditandai dengan tepuk tangan meriah sambil berdiri dan ucapan selamat yang seolah tak putus.

Senyum sumringah tersembul dari wajah Dina. Perasaan puas memenuhi rongga hatinya. Dia menghela nafas panjang. Memejamkan mata sesaat.Akhirnya aku berhasil.

Untung aku bisa mempersiapkan diri dengan baik. Untung juga aku tiba lebih awal sehingga bisa mengkondisikan semuanya.

Dina selamat ya.tidak siasia kami menempatkan kamu sebagai Dept Head Promosi

Post Terkait